SATU DATA

KABUPATEN ALOR

Artikel

Kelompok Tani Kilat Maju Pailelang Dikukuhkan, Panen Perdana Padi Jadi Momentum Perkuat Ketahanan Pangan

Diterbitkan: 27 Aug 2026 Oleh: Admin Walidata
Thumbnail Berita

Kamis, 27 Agustus 2026

PAILELANG, prokompim.alorkab.go.id — Kelompok Tani Kilat Maju Desa Pailelang, Kecamatan Alor Barat Daya (ABAD), Kabupaten Alor, resmi dikukuhkan dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan Panen Perdana Padi Sawah Kelompok Tani Kilat Maju, bertempat di Sawah Kikilai, Desa Pailelang, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 26 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Pailelang, Soleman Atakari, menyampaikan arahan sekaligus menekankan pentingnya keberadaan kelompok tani sebagai wadah untuk membangun kerja sama, memperkuat kebersamaan dan saling mendukung dalam pengelolaan lahan pertanian.

Soleman mengatakan, pembentukan kelompok tani bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan administrasi, tetapi menjadi wadah bersama bagi para petani dalam mengembangkan usaha pertanian sekaligus mendukung program pemerintah, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Tujuan dibentuknya kelompok tani adalah agar ada kerja sama, saling mendukung dalam pengelolaan lahan pertanian, sekaligus mendukung program pemerintah, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia mengingatkan seluruh anggota Kelompok Tani Kilat Maju untuk terus menjaga kebersamaan dan kepercayaan dalam menjalankan setiap kegiatan kelompok.

Menurutnya, kekompakan menjadi salah satu modal penting agar kelompok tani dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi anggota kelompok, tetapi juga bagi masyarakat Desa Pailelang.

Soleman juga mendorong agar kelompok tani mulai memikirkan pembentukan lumbung pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

Ia berharap setiap bentuk bantuan pemerintah yang diberikan kepada kelompok dapat dimanfaatkan dan dikelola secara bertanggung jawab sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh anggota kelompok maupun masyarakat secara lebih luas.

“Setiap bantuan pemerintah yang diberikan kepada kelompok harus dijaga dan dimanfaatkan dengan baik. Bantuan tersebut diharapkan bukan hanya untuk kepentingan kelompok, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kepala Desa Pailelang menambahkan, dengan terbentuknya kelompok-kelompok tani dan kelompok usaha lainnya, saat ini di Desa Pailelang telah terdapat enam kelompok yang bergerak di bidang pertanian, nelayan dan peternakan.

Keberadaan kelompok-kelompok tersebut diharapkan dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat desa apabila dikelola secara bersama, transparan dan berkelanjutan.

Kelompok Tani Kilat Maju Berdiri Sejak 2024

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Kilat Maju Desa Pailelang, Ismail Sanga, dalam laporan perkembangan kelompok tahun 2026 yang dibacakan oleh Rahmawati Sanga, A.Md.Farm., menyampaikan bahwa Kelompok Tani Kilat Maju merupakan salah satu wadah masyarakat tani dalam mengembangkan potensi pertanian di Desa Pailelang.

Kelompok Tani Kilat Maju dibentuk pada 14 Januari 2024 berdasarkan kebutuhan dan kesepakatan anggota untuk membangun wadah kerja sama dalam mengembangkan kegiatan pertanian.

Secara administratif, kelompok terdiri atas ketua, sekretaris, bendahara dan anggota dengan jumlah keseluruhan 20 orang.

Dalam laporan tersebut dijelaskan, kelompok tani memiliki peran strategis sebagai media belajar, wadah kerja sama dan unit produksi dalam meningkatkan produksi serta produktivitas usaha tani, baik secara perorangan, keluarga maupun kelompok.

Karena itu, keberadaan kelompok tani membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah melalui pembinaan, penguatan kelembagaan serta peningkatan kemampuan kelompok.

Dalam perkembangannya, Kelompok Tani Kilat Maju telah menjalankan berbagai kegiatan, baik kegiatan nonfisik maupun kegiatan produksi pertanian.

Di bidang administrasi, kelompok telah memiliki sekitar 14 jenis buku administrasi, antara lain buku daftar anggota dan pengurus, buku tamu, buku notulen rapat, buku daftar hadir, buku tabungan kelompok, buku kas, buku utang-piutang, buku catatan dan analisa usaha tani, buku agenda surat masuk dan surat keluar, buku inventaris, buku produksi dan produktivitas, buku rencana kerja kelompok, buku iuran bulanan serta buku Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Pengelolaan administrasi kelompok tersebut mendapat bimbingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Pailelang.

Untuk mendukung kemandirian kelompok, Kelompok Tani Kilat Maju juga telah memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta mengembangkan modal kelompok melalui simpanan anggota.

Setiap anggota memberikan simpanan pokok sebesar Rp20.000 dan simpanan wajib sebesar Rp2.000 per anggota setiap bulan.

Berdasarkan laporan perkembangan kelompok, hingga saat ini saldo kas kelompok tercatat sekitar Rp1.680.000, dengan kas kelompok sebesar Rp250.000.

Pertemuan berkala kelompok dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 7 setiap bulan sebagai forum untuk mengevaluasi kegiatan, membahas kebutuhan kelompok dan menyusun rencana kerja.

Garap 20,5 Hektare Tanaman Pangan dan Hortikultura

Dalam bidang produksi, Kelompok Tani Kilat Maju mengembangkan sejumlah komoditas tanaman pangan dan hortikultura.

Untuk tanaman pangan, kelompok mengelola lahan padi seluas 10 hektare, jagung 5,5 hektare, kacang-kacangan 1 hektare, dan ubi kayu 2 hektare.

Sementara untuk hortikultura, kelompok mengembangkan tanaman sayuran dengan luas lahan sekitar 2,5 hektare.

Panen perdana padi sawah yang dilaksanakan bersamaan dengan pengukuhan kelompok menjadi momentum penting bagi anggota Kelompok Tani Kilat Maju untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian dan mengembangkan potensi lahan yang tersedia.

Meski telah menunjukkan perkembangan, Kelompok Tani Kilat Maju masih menghadapi sejumlah kebutuhan dalam pengembangan usaha pertanian.

Dalam laporan kelompok disebutkan, diperlukan dukungan pemerintah untuk pengembangan bibit ternak sapi dan ayam buras, pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta sarana produksi pertanian (saprodi).

Kelompok juga mengharapkan perhatian terhadap perbaikan saluran irigasi tersier pada lahan hortikultura agar ketersediaan air dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Selain itu, kelompok berharap adanya dukungan untuk perluasan lahan sawah sehingga luasan areal garapan dapat bertambah, serta bantuan bibit padi untuk mendukung peningkatan produksi.

Dengan pengukuhan kelompok, panen perdana serta dukungan pemerintah dan pendampingan penyuluh pertanian, Kelompok Tani Kilat Maju diharapkan semakin kuat, mandiri dan produktif dalam mengembangkan usaha tani sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat Desa Pailelang.(***)

Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretraiat Daerah Kabupaten Alor

Oleh                            :  Tim Redaksi Prokompim (Merthen/Robert)

Penulis/Editor            :  Marthen J. Manilau, SH

Foto                            :  Dokumentasi Prokompim

 

AI
Asisten Virtual Tanya MOKO
Moko Logo
MOKO AI Pusat Informasi Satu Data Alor
×
Halo! Saya MOKO, Asisten Virtual Satu Data Kabupaten Alor. Ada informasi data sektoral yang bisa saya bantu cari?